Cara Meningkatkan Kecepatan Blog Anda Dengan W3 Total Cache

Page speed atau Page load time adalah waktu yang dibutuhkan suatu web (blog, toko online, atau portal berita) untuk bisa diakses atau loading. Pastinya, semakin singkat waktu yang dibutuhkan, maka semakin bagus untuk pengunjung dan peringkat web tersebut di Search Engine (mesin pencari).

Menurut survey yang telah dilakukan Akamai dan Gomez.com, Sekitar 50% pengguna menginginkan suatu web bisa diakses dalam waktu 2 detik atau kurang, dan mereka cenderung meninggalkan suatu website yang tidak bisa diakses dalam 3 detik. Sementara itu, Google memasukkan kecepatan situs sebagai salah satu faktor pemeringkatan di hasil pencariannya.

Jika kawan-kawan memiliki web menggunakan platform WordPress self hosted atau hosting berbayar, maka salah satu cara untuk meningkatkan kecepatan web atau blog adalah dengan menggunakan plugin w3 total cache. Plugin ini membuat cache yang mudah ditampilkan pada suatu browser. Selain itu, plugin ini juga membantu meringankan pemakain resource CPU hosting yang digunakan.

Jika kawan-kawan baru tahu atau tidak tahu cara menggunakan plugin W3 Total Cache, Jangan Khawatir. Saya memiliki cara pengaturan (setting) plugin tersebut dengan mudah. Cara ini selalu saya gunakan di semua web saya yang menggunakan shared hosting maupun VPS. Di bawah ini penjelasan cara tersebut.

A. Periksa kecepatan web kawan-kawan

Sebelum kawan-kawan menggunakan plugin w3 total cache, ada baiknya kawan-kawan memeriksakan terlebih dahulu kecepatan web sehingga kawan-kawan dapat membandingkan kecepatan sebelum dan sesudah menggunakan plugin tersebut. Pemeriksaan kecepatan ini bisa dilakukan di Google Pagespeed Insights,  GT Metrix atau Pingdom Website Speed Test.

Saat mengecek kecepatan web kawan-kawan, silahkan lihat load time. Sebagai contoh, berikut hasil pemeriksaan kecepatan web baru saya tentang Internet Marketing (Bisnis.IM) menurut Pingdom Website Speed Test dan GT Metrix.

B. Mengaktifkan W3 Total Cache

Langkah pertama menggunakan W3 Total Cache adalah mengaktifkan plugin tersebut di web kawan-kawan. Untuk itu, lakukan tahapan berikut.

1. Log in ke blog WordPress Kawan-kawan.

2. Setelah masuk, pilih Add New pada fitur Plugins.

3. Pada kotak pencarian plugin, ketik W3 Total Cache lalu tekan tombol Enter di komputer Anda.

4. Klik tombol Install Now.

5. Klik tautan Active Plugin untuk mengaktifkan W3 Total Cache.

C. Pengaturan Umum

Plugin W3 Total Cache sudah aktif. Kini saatnya Kawan-kawan menggunakan plugin tersebut. Yang pertama dilakukan adalah pengaturan umum. Berikut langkah demi langkahnya

6. Pada fitur Performance, plih General Settings.

7. Pada halaman yang muncul, cari bagian Page Cache. Pilih Enable dan Disk: Enhancedagar waktu respons blog Anda turun.

8. Masih di halaman yang sama, cari bagian Browser Cache lalu pilih Enable. Setelah itu, klik tombol Save all settings.

Catatan: Jika Kawan-kawan menggunakan shared hosting, bagian-bagian lain biarkan seperti bawaannya. Gampangkan?

D. Setting Browser Cache

Langkah terakhir adalah pengaturan Browser Cache. Tahapannya seperti di bawah ini.

9. Pada fitur Performance, pilih Browser Cache.

 

10. Pada halaman yang muncul, pilih (centang) semua opsi kecuali:

  • Prevent caching of objects after settings change
  • Do not process 404 errors for static objects with WordPress
  • Rewrite URL structure of objects
  • Apply HTTP Strict Transport Security policy

11. Klik tombol Save all settings untuk menyimpan perubahan Browser Cache.

E. Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Web

Setelah melakukan pengaturan di atas, periksa kecepatan Web Kawan-kawan. Jika load time-nya masih lambat (di bawah 3 detik), bisa jadi faktor-faktor berikut ini yang menjadi penyebabnya.

  • Hosting yang tidak bagus
  • Gambar yang tidak dioptimasi (ukurannya besar)
  • Kelebihan plugin/widget
  • Kebanyakan iklan
  • Video atau slide

Plugin W3 Total Cache merupakan plugin bermanfaat untuk meningkatkan kecepatan web Kawan-kawan. Pengaturan plugin ini biasanya membingungkan karena banyaknya fitur yang tersedia. Oleh karena itu, jika Kawan-kawan pemula, cobalah menggunakan tahap demi tahap yang saya jelaskan di atas. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *